Jejak Pikir
home | blog | rss | likes

My .02 : Hari Tanpa Nasi

Beberapa saat lalu pemkot kota Depok mengeluarkan program “One Day No Rice” yaitu larangan untuk mengkonsumsi nasi di hari Selasa setiap minggunya. Alasannya untuk mengurangi konsumsi nasi dan pemakaian energi dalam mengolah nasi tersebut. Dampaknya adalah restoran, warung dan tempat makan lainnya dilarang untuk menyediakan nasi pada menunya tiap hari Selasa.

Dalam pelaksanaannya, banyak yang pesimis dengan diberlakukannya peraturan ini. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga, pemilik warung, sampai anggota DPRD kota Depok. Mereka (klise juga) beranggapan tidak bisa mengubah kebiasaan yang sudah mengakar, seperti mengganti makanan pokok dengan selain nasi. Saya juga pesimis dengan peraturan baru ini, sebab menurut saya, peraturan ini kurang kreatif dan kurang dipikirkan secara matang dalam pelaksanaannya.

Daripada melarang orang untuk mengkonsumsi nasi, lebih baik memberikan program alternatif makanan pokok lain untuk dikonsumsi. Dalam konteks pelaksanaannya, jangan jadikan hari Selasa sebagai “Hari Tanpa Nasi”, tapi lebih baik kalau, misalnya, menjadikan hari Selasa sebagai “Hari Makan Ketela” (atau bisa bahan makanan non-nasi lainnya). Dan di dalam pelaksanaanya, Pemkot harus menghimbau restoran, warung, atau tempat makan lainya untuk mengganti nasi dengan ketela. Mengkampanyekan makanan pokok lain saya rasa lebih efektif untuk merubah sebuah kebiasaan konsumsi daripada melarangnya.