Jejak Pikir
home | blog | rss | likes

Alasan Anak Daerah

Kembali ke daerah awalnya merupakan salah satu tujuan saya. Saya merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk memajukan daerah asal. Saya pikir sebagian besar putra daerah pun berpikir demikian. Putra daerah yang belajar di daerah lain, akan memiliki pandangan tentang cara untuk memajukan daerah asal dengan belajar dari daerah lain yang ditinggalinya. Rasanya egois jika daerah asal tidak mendapatkan value added dari keberadaan saya disana.

Namun di lain sisi, kota besar menawarkan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri. Untuk beberapa kasus, posisi strategis dalam sebuah institusi susah untuk digapai jika seseorang memulai karirnya dari daerah. Posisi strategis memberikan kekuasaan, dan kekuasaan sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah perubahan yang besar dan signifikan.

Nilai-nilai yang melatarbelakangi seseorang untuk kembali ke daerah tetaplah relevan. Namun langkah yang ditempuh, menurut saya, bukan berarti seseorang tersebut harus berada atau kembali berdomisili di daerah.  Tak salah kalau seseorang memanfaatkan posisi strategisnya di kota besar untuk membantu daerah asalnya, asal value added yang diberikan lebih besar daripada saat orang tersebut tinggal di daerah. Saat kita bicara mengenai pekerjaan yang ada di departemen pemerintahan, pekerjaan yang ada di departemen pemerintahan pusat relatif lebih mempunyai kekuasaan untuk merubah suatu daerah, bahkan mungkin lebih dari departemen yang ada di daerah.

Beberapa orang mungkin melihat hal ini hanya sebagai alasan saya untuk tidak kembali berdomisili di daerah. Tapi percayalah kalau dalam usaha merubah suatu sistem, lebih baik kalau merubahnya langsung dari inti sistem tersebut. Unfortunately, inti dari sebagian sistem yang ada di Indonesia itu ada di kota besar.