Jejak Pikir
home | blog | rss | likes

Ngoceh Soal Handphone

Berapa umur handphone anda sekarang? Kapan terakhir kali anda ganti handphone? Untuk saat ini saya rasa pertimbangan jauh ke depan untuk membeli handphone dapat kita kesampingkan. Jangan berpikir soal after sale service yang yahud, toh belum tentu anda “niat” untuk memperbaiki handphone anda di service center. Jangan terburu berpikir pula soal garansi, kadang masa garansi belum habis tapi masa trendy handphone anda sudah terburu kadaluarsa. Handphone itu lebih berguna sebagai atribut status daripada sebagai alat komunikasi.

Tipikal remaja, anak kuliah sampai orang kantoran memakai Blackberry. Soal seri yang mana, itu tergantung lagi kepada status sosial. Enggan Blackberry karena sudah terlalu pasaran? Alternatif lain adalah Iphone. Harga Iphone boleh sedikit lebih mahal tapi terbayar karena efeknya yang membuat anda stand out from the crowd. Ingin terlihat sebagai whiz-kid? Pakai apa saja yang bersistem operasi Android. Jangan lupa bantu teman anda yang kesusahan pakai Android, agar image whiz-kid semakin kencang. Asal jangan sampai pakai Blackberry abal-abal buatan Cina. Serius. Orang lain bisa sia-sia merampok anda karena Blackberry made in China tersebut.

Apakah tren ini akan berhenti? Saya pikir tidak. Dari video Microsoft soal teknologi masa depan (sempat saya share beberapa waktu lalu), masih banyak kemungkinan pengembangan handphone beserta aplikasi pendukungnya. Tren ekonomi juga mendukung hal ini. Pada tahun-tahun ke depan bersiap-siaplah akan banyaknya perpindahan manusia dari strata ekonomi bawah ke strata ekonomi menengah akibat dari globalisasi. Apalagi ditambah dengan perekonomian Indonesia yang sangat bergantung pada konsumsi. Handphone tak akan pernah lagi hanya menjadi alat komunikasi.

Belilah apa saja yang anda perlukan, bukan apa saja yang mereka tawarkan. Inovasi teknologi tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Produsen meramu inovasi teknologi ini agar korporasi mendapatkan keuntungan paling maksimal. Konsumen seperti dipermainkan produsen sebab produk handphone yang baru dipasarkan tidak terlalu berbeda signifikan dengan pendahulunya demi keuntungan finansial. Lama-kelamaan kualitas dan after sales service dari handphone juga akan akan semakin diturunkan produsen, sebab fakta di lapangan mengatakan bahwa handphone hanya dipakai secara temporer (mengikuti tren) dan masa pakainya tak lebih dari 2 tahun.

Keputusan untuk membeli barang konsumsi yang benar, dimulai dengan mengidentifikasi keperluan sendiri. Konsumtifitas kita yang membuat kita dibuat mainan oleh produsen. Konsumtifitas kita pula yang dapat menurunkan kualitas barang namun memahalkan harganya.