Jejak Pikir
home | blog | rss | likes

Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

X: Siapa idola anda?

Y: Nabi Muhammad, pak..

X: Coba jelaskan kenapa Nabi Muhammad jadi idola anda?

Y: Ehhmmmm….

Belum pernah seorang pun yang menanyakan pertanyaan di atas kepada saya, tapi pertanyaan di atas terus berputar-putar di otak. Pertanyaan di atas pula yang memberi dorongan untuk mengenal Nabi Muhammad lebih jauh, maka dari itu saya beli novel ini. Berharap saya bisa lebih mengenal Nabi Muhammad.

Ada dua tokoh utama dalam novel ini, yaitu Nabi Muhammad dan Kashva, seorang lelaki cendekia dari Persia. Plot cerita Nabi Muhammad dimulai dari saat perang Uhud. Cerita terus bergulir sampai Nabi Muhammad berhasil menaklukan Makkah. Meskipun ceritanya cukup melompat-lompat, tapi sungguh menarik untuk mengamati kehidupan Nabi Muhammad. Bagian yang paling menarik, bagi saya, adalah mengamati cara Nabi Muhammad berreaksi atas berbagai kondisi yang ada. Reaksi Nabi Muhammad yang paling berkesan, tentu saja, saat Nabi memaafkan Hindun yang sebelumnya telah memakan hati (literally) pamannya.

Petualangan Kashva juga tak kalah serunya. Membaca petualangan Kashva seperti sedang mengikuti alur cerita sebuah game RPG, bertualang dari satu tempat ke tempat lain dan bertemu dengan banyak orang-orang baru. Menurut saya, plot petualangan Kashva lebih ditujukan untuk membeberkan bukti-bukti bahwa agama-agama lain di dunia saat itu sedang mengamini lahirnya nabi baru dan nabi penutup. Plot tandingan ini menurut saya sangat efektif dalam memberikan penjelasan-penjelasan yang tidak bisa dijelaskan saat penulis membahas hanya kehidupan Nabi Muhammad saja. Meskipun plot ini bukan plot utama, namun penulisannya pun tidak mengecewakan. Di akhir novel, cerita petualangan Kashva ditutup dengan twist yang menarik.

Oh iya, novel ini akan berlanjut di buku yang kedua, yaitu Muhammad: Para Lelaki Pengeja Hujan. A must read!