Tragedi Mesuji Dua Pam Swakarsa Dipenggal
Waktu SD dulu, saya sering diajarkan bahwa “orang Indonesia itu ramah, suka senyum dan rajin memberi salam”. Saya sangat percaya doktrin tersebut mengingat saya belum mengenal internet, sumber informasi yang saya dapat masih terbatas. Sempat pula saya mendengar cerita tentang konflik Ambon, Poso dan Sampit, tapi saya tidak terlalu berpikir macam-macam saat mendengar kata “konflik”. Saya juga sempat mendengar lagu “Acong, Sitorus dan Joko” tapi sama sekali tidak tahu menahu tentang maksud di balik lagu tersebut.
Akhirnya saya melek internet. Saya kaget sekaget-kagetnya. Dokumentasi konflik, debat-debat kusir, bahkan cuma komentar pada sebuah berita pun menampar saya. Apakah ini ke”ramah-tamah”an Indonesia? Saya bingung.
Kemajuan teknologi informasi menguak sifat asli Indonesia?
atau,
Kemajuan teknologi informasi membuat Indonesia tak ramah lagi?
